Rabu, 18 Februari 2009



Jika
Jika memang dirinya berada,
mungkin diriku akan terbang dengannya...
Jika semua lengkap,
mungkin dirinya bisa menyanjungku,..
Jika dirinya hilang entah kemana,
maka semua akan mustahil untuk aku dapatkan segera...


marsha + Anggra
by dhie uno
PH : +628 123 624 6060
Untuk Dirimu…
Aku kembali…


Aku tak bisa lagi bersembunyi dan juga tak lagi bisa bepergi...
Sayap-sayapku yang sekarang sudah mematahkanku,
dan diriku tak bisa lagi menerbangkan tubuhku beserta angan-anganku…
Semua begitu menjauh dari seluruh jiwa yang meragu…
Maafkan aku malaikat kecilku,
Aku tak bermaksud meninggalkanmu jauh…
Aku tak akan bisa meninggalkanmu sendiri,
Tapi…
aku butuh menenangkan pikiranku yang sedang kacau saat ini,
Aku tak inginkan kau terlibat dengan masalahku,
Aku tak bisa membuatmu mengena akan ketinggian amarahku,
Aku tak inginkan itu...

Aku hanya butuh satu pekan untuk bisa menenangkan diriku,
dan tak berlangsung lama...
semoga kau mengerti,
karena semua sayang kamu,
termasuk diriku…

dan itu tak melibatkanmu dalam peperangan ini,
karena, aku terlalu lemah untuk bisa meninggalkanmu,
karena diriku tak akan bisa pergi darimu...



marsha + Anggra
by dhie uno
PH : +628 123 624 6060
Ketika diriku merasa terhauskan,
Kau akan memberiku dahaga.

Ketika Kau merasa dingin akan suasana yang begitu hening,
Aku akan menjadi penjaga malam yang menghangatkanmu.

Aku yang merasa terlaparkan dengan sebuah asupan, Kau akan membawakanku beberapa nampan yang berisi makanan nikmat.

Kau yang merasa sudah tak kuat lagi akan perjalananmu, mungkin diriku akan mengangkat dan juga memikulmu dipunggungku, yang memang tak akan Aku lepaskan.

Mungkin semuanya akan begitu indah
ketika diriku bisa membuatmu senang dengan apa yang Aku beri,
dan Kau menerimanya.



marsha + Anggra
by dhie uno
PH : +628 123 624 6060
Puisi Untuk Cinta

Menutup mata dan terus berpikir,
mungkin diriku tak bisa untuk tak ingatkanmu…
Semuanya akan dalam benak,
karena diriku selalu dalam sesuatu yang indah akan dirimu…
Terus mempertahankan dan bertahan untuk mendapatkan akan ceritamu,
mungkin akan bisa menjadi sesuatu yang lumrah untuk Aku kenali…
Ketika aku berjalan,
mungkin akan mencari apa yang menjadi sebab ketakutanku atas kehilanganmu…
Kepergian akan dirimu,
mungkin akan selalu di dalam tekanan ketika aku tak menemukannya,

Aku hanya berkata tentang dirimu,
yang tak bisa dimengerti akan diriku ini…
Aku hanya berucap dalam setiap omong kosong ini,
ketika aku benar-benar jatuh hati padamu…
Puisi untuk seseorang yang berarti,
mungkin aku berikan dengan hati terdalamku…
Aku akan bisa berkata kepadanya,
“jangan Kau menjauh ketika aku mendekat,
karena aku akan berada disampingmu, hingga diriku mati dengan waktu.”

Dari diriku untuk seseorang yang begitu samar,
dan sekarang aku menemukan itu,
yaitu cinta dari buah hasil dirimu akan diriku…

marsha + Anggra
by dhie uno
PH : +628 123 624 6060
Aku berpedoman bahwa Aku tak akan bisa menjadi api ketika dirinya bukan sumbu,
Aku tak akan menjadi kolam yang mewah ketika dirinya bukan air yang segar,
dan Aku tak akan menjadi daun yang lebat ketika dirinya bukan suatu pohon cemara yang lebat di pegunungan..

marsha + Anggra
by dhie_uno
PH : +628 123 624 6060

Sabtu, 17 Januari 2009

MUKADIMMAH

Malaikat kecilku

Gadis kecilku tersenyumlah….
Ketika…
Melihat dunia yang luas kau kan bahagia disana,
melihat birunya laut kau akan tersegarkan dibasuhnya,
melihat burung bertebrangan di langit kau akan sebebas mereka…

Malaikat kecilku jangan bersedih lagi,
Ketika…
Kau tak sendiri ketika menjadi sebuah syair yang hampa,
Kau tak kesepian jika kau mempunyai seseorang,
Kau tak menjadi teman ketika bersama mendapatkan sesuatu untuk kau ambil...

Kau memang sebuah cinta yang sedang menumbuhkanku…
Kau memang kebahagian untuk bahagiaku,
Kau memang ditakdirkan untuk takdirku,
Kau memang kesenangan untuk senangku,
Kau memang senyuman untuk tersenyumku,

Karena aku adalah sebuah pengharapan untuk dirimu ini…


Written by dhie_uno

E/FB/YM : private-modem149@yahoo.com

CP : +628 123 624 6060

Special to little_angel in your dreams,

Anggra Pratama+Marsha Lankrine



Jumat, 16 Januari 2009

Sinopsis
Puisi Untuk Cinta
(teruntuk temanku yang sedang berjuang melawan brain tumor Syndrom / Lobus temporal


Apa yang terangkul dalam suatu kehidupan tanpa ada sebuah binar-binar kecerian dan cinta yang kita miliki?Apa yang didapatkan ketika seseorang yang kita puja tak memberi arti dalam sebuah kesusastraan cinta? Apa yang menjadi alasan terbesar mengenai hati yang menginginkan cinta, yang sudah tersakiti oleh mereka-mereka yang bejad? Yang terjadi saat itu hanya saja sebuah rasa kebatinan yang hampa ada pada diri orang yang tersakiti, yaitu tentang sebuah cinta yang mati.

Aku bercerita mengenai seorang malaikat kecil yang disulap menjadi sesosok wanita yang menginginkan cinta yang termiliki. Sebuah kehancuran dan rasa sakit hati tak bisa dipendam ketika dirinya tak lagi menampakan senyuman yang manis. Aku yang saat itu sedang berada didekatnya hanya bisa melihat dirinya termenung dan juga terdiam meratapi kehidupannya. Begitu sedih dan sepi yang dirinya rasa, tak tahu kenapa dirinya selalu berpikir selalu mengharapkan cinta yang tak kunjung didapatnya.

Aku begitu khawatir dengan kehidupannya yang tak kunjung bisa buatkannya senang, mungkin saja dirinya sudah jera menghadapi laki-laki yang sudah berhasil membuatnya jatuh tersungkur. Aku tak tahu harus buatkannya tak sendiri, yang aku tahu diriku harus menjadi penyemangatnya dan selalu menemaninya disaat dirinya merasakan hal itu.

Aku tekankan diriku akan tulus dan setia mendampingi hingga dirinya menampakan sebuah senyuman yang indah diraut mukanya, memberi pancaran bagi orang-orang terdekatnya dan juga menjadi inspirasi bagi orang-orang yang sedang bersedih. Aku begitu perduli kepadanya, hingga diriku rela mengorbankan hasil jerih payahku untuk selalu berinteraksi dengannya. Diriku yang tak tahu menahu tentang dirinya, hanya bisa melihat dan juga memberi dirinya sesuatu untuk tidak merasa dalam sebuah keterasingan.

Aku akan senang mendampinginya hingga dirinya bisa terbang bebas ke langit yang luas, aku memperhatikannya bukan karena diriku mencintainya, aku mendekatinya bukan karena diriku menyayanginya, aku bersamanya bukan karena diriku memikirkannya, tapi diriku mengenal dirinya hanya karena aku perduli dengan hidupnya…

Aku tak perlu pamrih darinya, aku tak perlu belas kasihan darinya, aku tak perlu cinta darinya dan aku juga tak perlu sesuatu tentang hidupnya, saat itu yang aku perlukan darinya adalah sebuah senyuman disaat dirinya bergembira, memancarkan sebuah cinta yang indah, menyebarkan kesenangan bagi orang-orang disekitarnya. Itu adalah ungkapan diriku ketika aku bisa mengenalnya.

Aku saat mengenalnya seperti adik kecilku yang mungil dengan emosi membara, dirinya begitu penuh nafsu terhadap laki-lakinya, dirinya seperti wanita yang kehilangan arah tujuan untuk bisa hidup ketika kepergian laki-laki yang membuat dirinya tak bersemangat untuk hidup.


written by dhie_uno149
inspiration by friends at Dreamland


PH : +628 123 624 6060

YM : private_modem149

E/FB : private_modem149@yahoo.com