Sinopsis
Puisi Untuk Cinta
(teruntuk temanku yang sedang berjuang melawan brain tumor Syndrom / Lobus temporal
Apa yang terangkul dalam suatu kehidupan tanpa ada sebuah binar-binar kecerian dan cinta yang kita miliki?Apa yang didapatkan ketika seseorang yang kita puja tak memberi arti dalam sebuah kesusastraan cinta? Apa yang menjadi alasan terbesar mengenai hati yang menginginkan cinta, yang sudah tersakiti oleh mereka-mereka yang bejad? Yang terjadi saat itu hanya saja sebuah rasa kebatinan yang hampa ada pada diri orang yang tersakiti, yaitu tentang sebuah cinta yang mati.
Aku bercerita mengenai seorang malaikat kecil yang disulap menjadi sesosok wanita yang menginginkan cinta yang termiliki. Sebuah kehancuran dan rasa sakit hati tak bisa dipendam ketika dirinya tak lagi menampakan senyuman yang manis. Aku yang saat itu sedang berada didekatnya hanya bisa melihat dirinya termenung dan juga terdiam meratapi kehidupannya. Begitu sedih dan sepi yang dirinya rasa, tak tahu kenapa dirinya selalu berpikir selalu mengharapkan cinta yang tak kunjung didapatnya.
Aku begitu khawatir dengan kehidupannya yang tak kunjung bisa buatkannya senang, mungkin saja dirinya sudah jera menghadapi laki-laki yang sudah berhasil membuatnya jatuh tersungkur. Aku tak tahu harus buatkannya tak sendiri, yang aku tahu diriku harus menjadi penyemangatnya dan selalu menemaninya disaat dirinya merasakan hal itu.
Aku tekankan diriku akan tulus dan setia mendampingi hingga dirinya menampakan sebuah senyuman yang indah diraut mukanya, memberi pancaran bagi orang-orang terdekatnya dan juga menjadi inspirasi bagi orang-orang yang sedang bersedih. Aku begitu perduli kepadanya, hingga diriku rela mengorbankan hasil jerih payahku untuk selalu berinteraksi dengannya. Diriku yang tak tahu menahu tentang dirinya, hanya bisa melihat dan juga memberi dirinya sesuatu untuk tidak merasa dalam sebuah keterasingan.
Aku akan senang mendampinginya hingga dirinya bisa terbang bebas ke langit yang luas, aku memperhatikannya bukan karena diriku mencintainya, aku mendekatinya bukan karena diriku menyayanginya, aku bersamanya bukan karena diriku memikirkannya, tapi diriku mengenal dirinya hanya karena aku perduli dengan hidupnya…
Aku tak perlu pamrih darinya, aku tak perlu belas kasihan darinya, aku tak perlu cinta darinya dan aku juga tak perlu sesuatu tentang hidupnya, saat itu yang aku perlukan darinya adalah sebuah senyuman disaat dirinya bergembira, memancarkan sebuah cinta yang indah, menyebarkan kesenangan bagi orang-orang disekitarnya. Itu adalah ungkapan diriku ketika aku bisa mengenalnya.
Aku saat mengenalnya seperti adik kecilku yang mungil dengan emosi membara, dirinya begitu penuh nafsu terhadap laki-lakinya, dirinya seperti wanita yang kehilangan arah tujuan untuk bisa hidup ketika kepergian laki-laki yang membuat dirinya tak bersemangat untuk hidup.
written by dhie_uno149
inspiration by friends at Dreamland
(teruntuk temanku yang sedang berjuang melawan brain tumor Syndrom / Lobus temporal
Apa yang terangkul dalam suatu kehidupan tanpa ada sebuah binar-binar kecerian dan cinta yang kita miliki?Apa yang didapatkan ketika seseorang yang kita puja tak memberi arti dalam sebuah kesusastraan cinta? Apa yang menjadi alasan terbesar mengenai hati yang menginginkan cinta, yang sudah tersakiti oleh mereka-mereka yang bejad? Yang terjadi saat itu hanya saja sebuah rasa kebatinan yang hampa ada pada diri orang yang tersakiti, yaitu tentang sebuah cinta yang mati.
Aku bercerita mengenai seorang malaikat kecil yang disulap menjadi sesosok wanita yang menginginkan cinta yang termiliki. Sebuah kehancuran dan rasa sakit hati tak bisa dipendam ketika dirinya tak lagi menampakan senyuman yang manis. Aku yang saat itu sedang berada didekatnya hanya bisa melihat dirinya termenung dan juga terdiam meratapi kehidupannya. Begitu sedih dan sepi yang dirinya rasa, tak tahu kenapa dirinya selalu berpikir selalu mengharapkan cinta yang tak kunjung didapatnya.
Aku begitu khawatir dengan kehidupannya yang tak kunjung bisa buatkannya senang, mungkin saja dirinya sudah jera menghadapi laki-laki yang sudah berhasil membuatnya jatuh tersungkur. Aku tak tahu harus buatkannya tak sendiri, yang aku tahu diriku harus menjadi penyemangatnya dan selalu menemaninya disaat dirinya merasakan hal itu.
Aku tekankan diriku akan tulus dan setia mendampingi hingga dirinya menampakan sebuah senyuman yang indah diraut mukanya, memberi pancaran bagi orang-orang terdekatnya dan juga menjadi inspirasi bagi orang-orang yang sedang bersedih. Aku begitu perduli kepadanya, hingga diriku rela mengorbankan hasil jerih payahku untuk selalu berinteraksi dengannya. Diriku yang tak tahu menahu tentang dirinya, hanya bisa melihat dan juga memberi dirinya sesuatu untuk tidak merasa dalam sebuah keterasingan.
Aku akan senang mendampinginya hingga dirinya bisa terbang bebas ke langit yang luas, aku memperhatikannya bukan karena diriku mencintainya, aku mendekatinya bukan karena diriku menyayanginya, aku bersamanya bukan karena diriku memikirkannya, tapi diriku mengenal dirinya hanya karena aku perduli dengan hidupnya…
Aku tak perlu pamrih darinya, aku tak perlu belas kasihan darinya, aku tak perlu cinta darinya dan aku juga tak perlu sesuatu tentang hidupnya, saat itu yang aku perlukan darinya adalah sebuah senyuman disaat dirinya bergembira, memancarkan sebuah cinta yang indah, menyebarkan kesenangan bagi orang-orang disekitarnya. Itu adalah ungkapan diriku ketika aku bisa mengenalnya.
Aku saat mengenalnya seperti adik kecilku yang mungil dengan emosi membara, dirinya begitu penuh nafsu terhadap laki-lakinya, dirinya seperti wanita yang kehilangan arah tujuan untuk bisa hidup ketika kepergian laki-laki yang membuat dirinya tak bersemangat untuk hidup.
written by dhie_uno149
inspiration by friends at Dreamland
PH : +628 123 624 6060
YM : private_modem149

Tidak ada komentar:
Posting Komentar